Toyota Investasi Rp20 Triliun Produksi Baterai di Indonesia

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Toyota Investasi Rp20 Triliun Produksi Baterai di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Rp 20 triliun akan diinvestasikan oleh Toyota Group selama tiga tahun ke depan, menandai komitmen besar perusahaan tersebut terhadap perekonomian Indonesia. Besarannya diumumkan setelah pertemuan petinggi Toyota global dengan Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang.

Menurut Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), investasi tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis dengan perusahaan baterai asal China, CATL. Ia menyatakan, “Kemarin sewaktu CEO Toyota bertemu dengan Presiden Prabowo, dikatakan bahwa sampai dengan term beliau di 2029 mendatang, investasinya Rp 20 triliun. Produksi baterai lokal termasuk salah satunya.” Nandi mengucapkan kata-kata tersebut di Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Tangerang, Banten.

Perusahaan ini akan memproduksi baterai HEV di Indonesia melalui kerja sama dengan CATL. Hal ini menandai langkah penting dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik di tanah air.

Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menanggapi ukuran investasi tersebut. Ia berpendapat, “Rp 20 triliun mungkin tak terlalu besar untuk investasi jangka panjang. Namun, perlu dicatat, di balik investasi tersebut, ada multiplier effect seperti penyerapan tenaga kerja baru.” Bob menekankan bahwa investasi di sektor manufaktur tidak dapat disamakan dengan investasi padat modal lainnya.

Ia melanjutkan, “Tenaga kerja direkrut, create income untuk pemerintah. Kemudian juga ada ekspor gitu lho. Jadi ini harus dihitung sebagai total. Jadi investment masuk dan meng-create sesuatu.” Bob menyoroti pentingnya kontribusi ekonomi yang lebih luas dari investasi tersebut.

Sejak 55 tahun terakhir, Toyota Group telah menanamkan investasi mencapai Rp 100 triliun di Indonesia. Selama periode itu, perusahaan telah melibatkan lebih dari 360 ribu tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual.

Bob menambahkan, “Dalam situasi susah seperti sekarang, justru yang harus didorong adalah existing investor yang ada di dalam. Kalau new investor mau masuk, dia pasti minta fasilitas yang macam-macam. Jadi bukannya create income, malah income kita yang ilang.” Ia menekankan perlunya dukungan bagi investor yang sudah beroperasi.

Ia juga menegaskan, “Karena ada tenaga kerja, ada tenaga ahli yang mendalami baterai, kemudian juga syukur-syukur bisa ekspor nanti.” Hal ini menandai potensi ekspor baterai Indonesia ke pasar global.

Secara keseluruhan, investasi Rp 20 triliun ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi baterai lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pemerintah, dan membuka peluang ekspor. Toyota Group, dengan sejarah investasi panjangnya, terus memperkuat peranannya dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Toyota GroupRp20 triliuninvestasibaterai HEVCATLPrabowo Subiantotenaga kerja

Komentar

Memuat komentar...