Toyota TMMIN dan CATL Produksi Baterai Hybrid untuk Ekspor

Dedi S. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Toyota TMMIN dan CATL Produksi Baterai Hybrid untuk Ekspor

Gambar atau konten salah?

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) kini resmi menjalin kerja sama untuk memproduksi baterai mobil hybrid di Indonesia. Baterai yang dihasilkan tidak hanya ditujukan ke pasar domestik, melainkan juga akan diekspor ke luar negeri.

Menurut Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, TMMIN menjadi anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan mengekspor baterai 'buatan' lokal. Ia menegaskan, "Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

Selama pengumuman kerja sama di Pantai Indah Kapuk atau PIK 2, Tangerang, Banten, Nandi menyatakan, TMMIN melakukan investasi sebesar Rp 1,3 triliun untuk aktivitas ini.

Sebelum diekspor ke luar negeri, baterai kendaraan hybrid buatan Toyota-CATL akan lebih dulu ditanamkan ke produk-produk hibrida Toyota di Indonesia. Kini, setelah menggunakan baterai buatan lokal, TKDN mobil hybrid mereka diklaim bisa tembus 80 persen!

Ia menambahkan, "Bukan hanya meningkatkan kandungan lokal, melainkan juga sebagai fondasi penting dalam membangun fondasi ekosistem penting di Indonesia," tambahnya.

Ni Zheng, Executive President of Japan Business Group CATL, menyambut baik kolaborasi ini. Ia berkata, "Milestone hari ini hanya permulaan baru. Selanjutnya, CATL dan Toyota akan terus berkerja bersama-sama untuk meningkatkan bisnis kita di Indonesia dan Asia," kata Zheng.

Dengan investasi besar ini, kedua perusahaan berharap dapat memperkuat rantai pasok baterai di kawasan Asia Tenggara.

Kerja sama ini menandai langkah penting bagi industri otomotif Indonesia, menegaskan komitmen Toyota dan CATL pada produksi lokal dan ekspor teknologi baterai.

ToyotaCATLbaterai hybridproduksi lokaleksporTKDNrantai pasok

Komentar

Memuat komentar...