TP PKK Tabanan Luncurkan Roadshow Sosial di Baturiti & Marga

Jaka M. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
TP PKK Tabanan Luncurkan Roadshow Sosial di Baturiti & Marga

Gambar atau konten salah?

Bergerak dan Berbagi menjadi moto yang diusung oleh Rai Wahyuni Sanjaya, Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tabanan, pada hari Rabu, 29 April 2026. Ia memimpin roadshow di dua kecamatan, Baturiti dan Marga, dengan tujuan menginspirasi warga melalui aksi sosial yang langsung meresap ke dalam kehidupan sehari‑hari.

Di Banjar Mandul, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, kegiatan pertama dimulai dengan bedah kamar bagi I Made Diana Putra. Aksi ini menandai langkah awal TP PKK Tabanan dalam memberikan bantuan yang bersifat personal dan terfokus pada kebutuhan rumah tangga. Setelah itu, tim bergerak ke Wisma PLN, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, di mana mereka menggabungkan aksi sosial dengan penyuluhan tentang pembuatan lubang biopori.

Kegiatan kedua menargetkan dua keluarga di wilayah Marga. Ni Nyoman Kartika di Banjar Periga Kangin, Desa Petiga, dan Ni Nyoman Garmini di Banjar Lebah, Desa Marga, menerima bantuan bedah kamar yang sama. Selanjutnya, aksi sosial dipusatkan di Wantilan Desa Marga Dajan Puri, tempat warga berkumpul untuk saling bertukar informasi dan pengalaman.

Di setiap titik perhimpunan, Rai Sanjaya menyampaikan sosialisasi tentang gerakan aksi lingkungan, khususnya pembuatan lubang biopori. Lubang ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, tetapi juga sebagai sistem pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga. Untuk mendukung program ini, setiap kecamatan menerima 150 alat pelubang biopori, sehingga masyarakat dapat memulai pengelolaan sampah dari sumbernya.

Dengan adanya alat tersebut, diharapkan warga dapat mengelola sampah organik secara mandiri, mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Di samping pengelolaan sampah, TP PKK Tabanan juga menyalurkan bantuan sosial kepada berbagai kelompok rentan. Di Kecamatan Baturiti, bantuan diberikan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan kurang energi kronis (KEK), 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 60 kader PKK kurang mampu, 1 penerima rehabilitasi kamar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta 2 alat bantu dengar dan 2 kursi roda. Selain itu, bantuan PMT (Pendidikan Motorik Tangan) bagi anak PAUD juga disertakan.

Di Kecamatan Marga, distribusi bantuan mencakup 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan KEK, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 80 kader PKK kurang mampu, 2 penerima rehabilitasi kamar ODGJ, 4 tripod, 1 walker, dan 1 kursi roda. Jenis bantuan berupa paket kebutuhan pokok dan gizi, meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 5 kg telur, 3 kg kacang hijau, serta minyak goreng. Semua paket ini dirancang untuk menutup kebutuhan dasar dan mendukung pemenuhan gizi keluarga.

“Saya ingin agar kita selalu bertatap muka dan tidak terputus, kita terus menyambung silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran saya hari ini untuk memberikan support dan bantuan agar benar-benar dirasakan,” ujar Rai Sanjaya di sela‑sela kegiatan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan warga. “Saya sinergikan seluruh kegiatan ini agar bisa menyentuh masyarakat lebih banyak lagi, sekaligus menyambungkan program dari Ibu Gubernur. Harapan saya semua mendapat perhatian yang merata,” tegas Rai Sanjaya.

Selain peran sebagai Ketua TP PKK, Rai Sanjaya juga menjabat sebagai Duta Palemahan Kedas (PADAS) Tabanan. Dalam kapasitas ini, ia menyosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah sejak dari sumbernya, sehingga beban pengolahan di tingkat akhir dapat berkurang.

“Penanggulangan sampah harus dimulai dari rumah tangga, biopori ini tidak hanya sebagai resapan air, tetapi juga sebagai pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Program lingkungan ini juga terkait erat dengan Aku Hatinya PKK, yang digencarkan menjelang peringatan Hari Kebaktian Gubernur (HKG) PKK ke‑54 Tahun 2026. Melalui program ini, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif, mendukung ketahanan pangan keluarga, dan meningkatkan ekonomi.

Di tengah perayaan HKG, Rai Sanjaya mengumumkan lomba karaoke antar ketua TP PKK desa sebagai bagian dari rangkaian perayaan. Ia menegaskan pentingnya peran Posyandu 6 SPM, yang kini telah terbentuk sebanyak 832 posyandu di Tabanan. Ia berharap semua posyandu dapat berfungsi optimal sebagai jembatan masyarakat dalam menyampaikan berbagai permasalahan di bidang sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dan kesehatan.

Dengan aksi yang melibatkan semua lapisan masyarakat, Rai Sanjaya menegaskan bahwa PKK bukan sekadar gerakan, melainkan kekuatan nyata yang hadir, bekerja, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga Tabanan. Aksi ini menandai komitmen terus menerus untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, dan warga, serta menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kombinasi bantuan sosial, pengelolaan sampah, dan program pemberdayaan, TP PKK Tabanan menunjukkan bahwa perubahan positif dapat dicapai melalui kolaborasi yang solid dan partisipasi aktif masyarakat.

TP PKK TabananLubang bioporiPengelolaan sampah organikBedah kamarPosyandu 6 SPMBantuan sosialPemberdayaan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...