TPA Mandung Tambah Fasilitas Komposting di Tabanan, Bali
Gambar atau konten salah?
TPA Mandung di Tabanan, Bali, kini menampung fasilitas komposting. Bangunan berbentuk jineng ini dirancang khusus untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
Menurut I Wayan Atmaja, Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, bangunan ini dibangun pada 2025 dan mulai dimanfaatkan pada tahun ini. “Ini untuk mengantisipasi sampah organik dari kegiatan DLH seperti perompesan pohon dan taman kota agar tidak semuanya masuk ke timbunan,” ujarnya pada 15 April 2026.
Terletak di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, bangunan komposting memiliki delapan bilik dengan kapasitas sekitar satu ton sampah organik. Proses pengolahan dari sampah organik menjadi kompos diperkirakan memerlukan waktu 20 hari.
Atmaja menjelaskan bahwa pengolahan masih dalam tahap uji coba dan dimulai sejak Maret lalu. “Saat ini masih tahap uji coba, jadi belum maksimal karena alat yang digunakan masih terbatas,” tambahnya.
TPA Mandung memiliki luas lahan mencapai 26.920 meter persegi dengan area TPA sekitar 18.820 meter persegi. Fasilitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) seluas 4.900 meter persegi juga sudah tersedia.
Volume sampah yang masuk ke TPA Mandung mencapai 454 meter kubik atau sekitar 150 ton per hari. Dalam setahun, total sampah yang masuk mencapai 165.256 meter kubik atau sekitar 54.600 ton, dengan rata-rata 70 truk per hari.
Komposisi sampah yang masuk saat ini didominasi sampah organik sekitar 70 persen, sisanya 20 persen sampah anorganik dan 10 persen residu. Mulai 1 Mei 2026, TPA Mandung hanya akan menerima sampah residu.
Dengan menambah fasilitas komposting, TPA Mandung berusaha mengurangi jumlah sampah organik yang menumpuk di tempat pembuangan akhir. Langkah ini juga mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan di wilayah Tabanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
