TPST Mengwi Volume Sampah Turun, Tenaga Pemilah Dihentikan

Ayu W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
TPST Mengwi Volume Sampah Turun, Tenaga Pemilah Dihentikan

Gambar atau konten salah?

Di Badung, volume sampah yang masuk ke TPST Mengwi kini menurun drastis dibandingkan masa lalu, ketika mencapai 1.000 ton per hari. Ratusan tenaga pemilah yang sebelumnya diberi tunjangan di lokasi tersebut akhirnya dihentikan.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi, "Total sampah kemarin itu sampai dengan 1.000 ton. Sekarang sudah berkurang dan sudah sesuai dengan jumlah harian seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilah," ia katakan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Rai menjelaskan bahwa sebelumnya 900 orang tenaga pemilah, yang merupakan petugas taman dan kebersihan jalan DLHK Badung, bekerja memisahkan sampah organik dan anorganik di TPST Mengwi. Meski sudah tidak aktif, ia tidak menutup kemungkinan skema tersebut kembali diterapkan jika volume sampah kembali menumpuk. "Tenaga pemilah sudah kami nonaktifkan, tapi kalau seandainya nanti bagaimana, ya kami pantau lagi," tambahnya.

Menurut Rai, penurunan volume sampah menandakan mesin pengolahan berfungsi optimal dan tenaga pemilah bekerja keras setiap hari sebelum dinonaktifkan. Ia menilai bahwa tumpukan sampah di sekitar terminal dan fasilitas umum juga berkurang secara linier berkat sistem ini. "Yang di TPST Mengwi itu sudah landai dengan alat yang optimal bekerja serta tenaga kita yang jumlahnya 900 memilah setiap hari. Jadi hasil pilahan sudah semua kami bisa tanggulangi dan kami bawa ke TPA sehingga sampah-sampah liar itu sudah semakin sedikit," ia ungkap.

Evaluasi berkala terus dilakukan dengan mengerahkan satuan tugas khusus ke pemukiman warga di seluruh wilayah Badung. Satgas ini akan memantau kesiapan sistem pengolahan sampah berbasis sumber di tingkat terkecil. Ia meminta seluruh warga cepat beradaptasi dan memilah sampah secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. "Di situ dilihat ada tempat pemilahan sampah, melakukan pemilahan, kemudian yang terakhir apakah mempunyai atau melakukan pengolahan sampah organik. Hanya kita terus mengimbau atau mensosialisasikan supaya seluruh masyarakat mempersiapkan untuk tanggal 1 Agustus 2026," pungkasnya.

Penurunan volume sampah di TPST Mengwi menunjukkan bahwa kombinasi mesin pengolahan yang efisien dan kesadaran masyarakat dalam memilah dapat secara nyata mengurangi tumpukan sampah di lingkungan publik. Dengan pemantauan berkelanjutan, Badung berusaha menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan bagi semua warga.

BadungTPST Mengwivolume sampahtenaga pemilahpengolahan sampahkesadaran masyarakattanggal 1 Agustus 2026

Komentar

Memuat komentar...