Truk Sampah Tabanan Tertahan, Kekurangan Pertadex Menghambat
Gambar atau konten salah?
Di pintu masuk TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, puluhan truk pengangkut sampah terpaksa menunggu. Antrean ini mulai muncul pada 21 April 2026 ketika dua alat berat tidak dapat dioperasikan.
Menurut I Wayan Atmaja, Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Kabupaten Tabanan, masalahnya terletak pada kekurangan bahan bakar Pertadex. Alat berat yang biasanya meratakan sampah membutuhkan 15‑20 liter per jam, atau sekitar 80 liter Pertadex setiap hari.
“Jadi ketersediaan Pertadex di SPBU Abiantuwung yang menjadi lokasi pengambilan BBM dari TPA Mandung kosong. Sehingga alat berat tidak bisa dijalankan,” jelas Atmaja.
Selain alat berat, truk DLH yang biasa mengangkut sampah juga tidak dapat beroperasi. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mengisi bahan bakar. Atmaja menambahkan bahwa penggunaan Pertadex diatur dalam perjanjian kerja sama (PKS) dengan SPBU Abiantuwung.
Di dalam PKS tersebut, hanya BBM non‑subsidis yang diizinkan untuk operasional alat berat dan truk DLH. Atmaja mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi sebelumnya, namun cepat teratasi setelah pasokan bahan bakar kembali tersedia.
Di tengah antrian, salah satu sopir truk pengangkut sampah, Justin (27 tahun), mengaku kendaraannya tertahan sejak 21 April 2026 siang. Ia memutuskan meninggalkan truk di lokasi setelah diberitahu bahwa pembuangan sampah sementara dihentikan.
“Sudah tahu katanya tidak boleh buang sampah dulu. Jadi saya tinggal truknya di sini,” ujar Justin.
Justin mengangkut sampah campuran yang belum dipilah dari Perumahan Griya Multi Jadi, Desa Sanggulan. (dpw/dpw)
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya pasokan bahan bakar yang stabil bagi operasional fasilitas pengelolaan sampah. Ketidaksesuaian antara kebutuhan bahan bakar dan ketersediaan di SPBU dapat menimbulkan gangguan yang signifikan, seperti yang dialami oleh truk-truk pengangkut sampah di Tabanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
