Trump Batalkan kunjungan ke Pakistan, Diplomasi Terhenti

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Trump Batalkan kunjungan ke Pakistan, Diplomasi Terhenti

Gambar atau konten salah?

Perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran masih belum menentu. Rencana untuk melanjutkan dialog damai pun tampak terhenti.

Utusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membatalkan kunjungan ke Islamabad, Pakistan, yang direncanakan untuk perundingan kedua dengan Iran. Rencana tersebut sebelumnya diumumkan oleh Gedung Putih bahwa Steve Witkoff dan Jared Kushner akan menuju Pakistan untuk berbicara langsung dengan pihak Iran.

“Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa‑apa,” kata Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.

Tak lama sebelum pengumuman itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyelesaikan kunjungan diplomatiknya di Islamabad setelah bertemu Panglima Militer Pakistan, Asim Munir, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa pembatalan perjalanan tersebut tidak berarti perang AS‑Israel melawan Iran akan segera berlanjut.

Menlu Iran menyatakan bahwa Araghchi telah meninggalkan Islamabad pada hari Sabtu, 25 April 2024, untuk bertemu pejabat Oman. Ia juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Rusia guna membahas upaya mengakhiri perang.

Di platform X, Araghchi menilai kunjungannya ke Pakistan sebagai langkah produktif. Ia menyampaikan posisi Iran mengenai kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang secara permanen. “Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi,” ujarnya.

Sejak pengumuman Trump, prospek pembicaraan baru sudah tidak pasti. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi tidak berencana bertemu dengan pihak AS. Islamabad hanya akan berperan sebagai perantara untuk menyampaikan proposal Iran.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada hari Sabtu, 24 April 2024. Sharif menyatakan akan tetap berupaya mendorong perdamaian antara Iran dan AS yang saat ini masih tegang.

Sharif memastikan bahwa Islamabad akan terus berupaya untuk mendorong perdamaian dan keamanan regional. Ia juga mengungkapkan apresiasi atas keputusan Iran mengirimkan delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menlu Abbas Araghchi ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang.

Konflik ini tetap berada di garis depan perhatian internasional. Meski ada upaya diplomatik, langkah konkret masih belum terlihat, dan peran negara-negara lain dalam memediasi masih menjadi kunci bagi perkembangan selanjutnya.

Amerika SerikatIsraelIranDonald TrumpPakistanDiplomasiPerundingan

Komentar

Memuat komentar...