Trump Gelitik: Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump' di Miami
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelitik para hadirin dengan menyebut Selat Hormuz sebagai Selat Trump saat ia berbicara di Future Investment Initiative, konferensi bisnis Arab Saudi yang digelar di Miami, Florida pada Jumat, 27 Maret 2024. Ia menyinggung jalur penting bagi pasokan minyak global yang kini terancam akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Trump menegaskan bahwa Iran bersedia menandatangani perjanjian dengan negara-negara Barat meski pejabat Teheran menolak. Ia menambahkan, “Mereka harus membuka Selat Trump -- maksud saya, Selat Hormuz,” kata Trump dengan nada bercanda. Para peserta forum tertawa, namun ia segera melanjutkan dengan nada serius.
“Maafkan saya. Saya minta maaf. Kesalahan yang sangat buruk. Berita palsu akan mengatakan, 'Dia secara tidak sengaja mengatakannya'. Tidak ada kecelakaan dengan saya, tidak terlalu banyak. Jika ada, itu akan menjadi berita besar,” ujar Trump, seolah meminta maaf atas sebutan tersebut.
Selat Hormuz, yang memfasilitasi aliran sekitar 20 juta barel minyak per hari, menjadi titik panas dalam perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Iran memblokir selat tersebut sejak 28 Februari 2024, setelah serangan bersama Amerika Serikat dan Israel. Blokade ini mengganggu pasokan dan menekan harga energi global.
Di sisi lain, Trump juga pernah mengusulkan nama baru untuk gedung di Washington DC. Pada Oktober 2023, ia memposting foto renovasi di luar John F Kennedy Center for the Performing Arts dan berkata, “Tiang-tiang TRUMP KENNEDY yang baru, ups, maksud saya, KENNEDY CENTER.”
Berita lebih lanjut muncul ketika pada Desember 2025, Gedung Putih mengumumkan bahwa Dewan Kennedy Center telah memilih untuk mengubah nama menjadi “Trump-Kennedy Center.”
Peristiwa ini menyoroti bagaimana nama dan simbol politik dapat dipakai untuk pernyataan publik yang bersifat humor sekaligus kontroversial. Selat Hormuz tetap menjadi jalur strategis bagi perdagangan minyak dunia, sementara perubahan nama gedung di Washington DC mencerminkan upaya politik yang terus berlanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
