Trump Klaim Iran Bernegosiasi Meski Iran Menolak

Cahyo S. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Trump Klaim Iran Bernegosiasi Meski Iran Menolak

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menguatkan klaimnya pada 26 Maret 2026 bahwa Iran terlibat dalam upaya damai terkait konflik di Timur Tengah. Ia menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menegaskan Teheran tidak berminat bernegosiasi dengan Washington.

Trump menyatakan, “Omong-omong, mereka sedang bernegosiasi, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Namun mereka takut untuk mengatakannya, karena mereka pikir mereka akan dibunuh oleh rakyat mereka sendiri.”

Ia menambahkan, “Mereka juga takut akan dibunuh oleh kita.” Pernyataan ini muncul setelah Araghchi menyatakan bahwa Teheran tidak berniat melakukan pembicaraan damai dengan AS.

Trump menuduh Partai Demokrat mencoba mengalihkan perhatian publik dari keberhasilan militer AS di wilayah tersebut. Ia mengejek bahwa partai tersebut “tidak suka kata ‘perang’, karena Anda seharusnya mendapatkan persetujuan, jadi saya akan menggunakan istilah ‘operasi militer’.”

Di sisi lain, Araghchi menegaskan bahwa kebijakan Iran saat ini adalah “kelanjutan dari perlawanan.” Ia menolak semua klaim bahwa Washington telah mengusulkan rencana perdamaian.

Araghchi menyatakan, “Kami tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini, tidak ada negosiasi yang terjadi, dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berdasarkan prinsip.” Ia menutup pernyataannya dengan, “Berbicara tentang negosiasi saat ini merupakan sebuah pengakuan atas kekalahan.”

Trump tetap menegaskan bahwa Iran sedang “dihancurkan” dalam konflik Timur Tengah, meskipun Teheran masih mempertahankan jalur minyak penting di Selat Hormuz. Pernyataan ini menegaskan ketegangan antara kedua negara dan menyoroti perbedaan pandangan yang tajam mengenai proses perdamaian di kawasan tersebut.

Donald TrumpIranTimur TengahnegosiasiperdamaianWashingtonPartai DemokratSelat Hormuz

Komentar

Memuat komentar...