Trump Perpanjang Tanpa Waktu Gencatan Senjata dengan Iran
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Gencatan senjata ini pertama kali dimulai pada 07 April 2026 dan berakhir hari ini, namun Trump memutuskan untuk mengulangi perjanjian tersebut sambil menunggu langkah dari pihak Iran.
Trump menyatakan, “Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu.” Ia menegaskan bahwa blokade pelabuhan Iran tetap berlangsung.
Ia juga menambahkan, “Oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara.”
Trump menyoroti kondisi pemerintahan Iran yang terpecah belah dan menyatakan, “Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, yang tidak mengejutkan, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu.”
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat masih menunggu Iran hadir dalam negosiasi lanjutan di Pakistan. Dengan demikian, gencatan senjata akan tetap berlaku sampai Iran mengajukan proposal terkoordinasi dan perundingan selesai.
Keputusan ini menandai langkah sementara dalam hubungan AS‑Iran, menunggu kesepakatan yang lebih jelas sebelum tindakan militer diambil kembali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
