Waisak 2026: Umat Buddha Berkumpul di Bali, Rayakan Bersama

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Waisak 2026: Umat Buddha Berkumpul di Bali, Rayakan Bersama

Gambar atau konten salah?

Di Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, Vihara Vimalakirti menjadi tempat berkumpulnya ratusan umat Buddha pada hari Minggu, 31 Mei 2026. Sebelum ibadah dimulai, para pengikut datang dengan pakaian rapi, menandai suasana khidmat yang mengelilingi vihara.

Pukul 12.00 Wita, pintu altar menampung Gohonzon dibuka. Aksara suci Nam-Myoho-Renge-Kyo yang mewakili hukum alam semesta menjadi pusat persembahyangan Waisak 2570 BE. Umat menundukkan kepala dan merapalkan doa secara serempak, menandai dimulainya ibadah.

“Waisak kali ini, jadi kami tetap memperingatinya, seluruh umat Buddha ya. Upacaranya secara serentak seluruh Indonesia karena itu kami ikut streaming dari pusat yang dipimpin oleh biksu,” kata Pandita Taruna Tan Tong Sen, Ketua Daerah Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) Wilayah Bali.

Persembahyangan berlangsung selama satu setengah jam dan diikuti hampir tiga ratus orang. Kegiatan ini diselaraskan dengan majelis pusat di Jakarta, sehingga semua umat dapat merayakan Waisak secara serentak.

Walaupun berafiliasi dengan agama Buddha, sekte Nichiren Shoshu berasal dari Jepang dan memiliki hari besar sendiri, Oesiki. “Ya, maknanya adalah kita memperingati lahir dan moksanya Sang Buddha. Sebenarnya Buddha Nichiren ini punya makna dan hari sendiri yang beda, yaitu Oesiki, diadakan di bulan kesebelas, tetapi karena Waisak diperingati seluruh umat Buddha, sebagai umat Buddha, juga sama‑sama merayakan,” ungkap Tan Tong Sen.

Perayaan Waisak bagi umat Nichiren Shoshu berbeda dari tradisi lain. Tidak ada rupang atau patung Buddha sebagai objek pemujaan. Ritual tidak melibatkan pembersihan atau penyiraman rupang, yang biasa dilakukan di wihara lain. Fokusnya terletak pada altar berisi Gohonzon yang memuat mantra tertinggi.

Altar tersebut bersifat sakral. Pintu altar hanya dibuka saat ibadah berlangsung dan hanya disaksikan oleh umat. Tan Tong Sen menekankan pentingnya menjaga kesucian tempat ini.

Menurut Tan Tong Sen, ajaran Buddha mencakup sekitar 80 ribu sutra. Sejarahnya bermula di utara India, menyebar ke Cina, berkembang di Jepang, dan akhirnya masuk ke Indonesia. Meskipun ada perbedaan fokus ibadah antar‑sekte, pesan kebersamaan antar‑umat beragama tetap menjadi inti perayaan tahun ini.

Melalui momentum Waisak 2026, Tan Tong Sen mengajak umat Buddha untuk terus mempererat kerja sama demi menciptakan keharmonisan global. Pesan kedamaian ini selaras dengan tema besar tahun ini, yaitu Dharma Menjaga Perdamaian Dunia.

Perayaan Waisak di Vihara Vimalakirti menegaskan bahwa meski beragam, umat Buddha tetap bersatu dalam merayakan ajaran dan nilai kedamaian.

WaisakVihara VimalakirtiNichiren ShoshuGohonzonstreamingBaliOesiki

Komentar

Memuat komentar...