WNA di Bali terjerat adat Nyepi, viral menimbulkan kontroversi
Gambar atau konten salah?
29 Maret 2026 – Sebuah rekaman video muncul di media sosial menampilkan seorang warga negara asing (WNA) yang terlihat berjalan di jalan Denpasar saat perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.
Video tersebut memperlihatkan WNA tersebut melintas di luar selama suasana hening total. Dalam rekaman, ia juga terlihat mengucapkan kata‑kata yang dianggap tidak menghormati kesakralan Nyepi.
Nyepi adalah hari suci umat Hindu yang dijalankan dengan tapa brata—tidak bepergian, tidak bekerja, tidak menyalakan api, dan tidak menikmati hiburan. Aturan ini berlaku bagi semua orang di Bali, termasuk wisatawan asing.
Reaksi publik meluas setelah video tersebut beredar. Banyak netizen menegur bahwa tindakan tersebut melanggar adat dan menumbuhkan kemarahan karena dianggap tidak menghormati tradisi setempat.
Nama akun media sosial yang diduga dimiliki oleh WNA tersebut adalah Luzzysun. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pemilik akun tersebut.
Di media sosial, I Gusti Ngurah Rai Mantra menyatakan keprihatinannya. Ia menulis, “Kalau berita ini benar, wah, kata‑kata tulisannya sangat keterlaluan.” Ia menuntut imigrasibali dan immngurahrai bertindak cepat, bahkan menyebutkan kemungkinan deportasi.
Mantra menekankan bahwa Nyepi bukan sekadar tradisi, melainkan manifestasi nilai spiritual yang diwariskan turun‑temurun serta kesepakatan sosial masyarakat Bali. Ia menyoroti betapa pentingnya menjaga suasana hening, terlepas dari keberadaan perayaan agama lain di sekitarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Nyepi diatur oleh Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983 dan telah menjadi hari libur nasional. Di Bali, ada aturan khusus yang melindungi perayaan ini.
Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun instansi imigrasi terkait insiden ini. Kejadian ini mengingatkan pentingnya edukasi bagi wisatawan asing agar memahami dan menghormati kearifan lokal.
Kesimpulannya, video yang menampilkan seorang WNA berjalan di luar saat Nyepi memicu reaksi luas. Tidak ada klarifikasi resmi hingga saat ini, dan pihak berwenang diharapkan menindaklanjuti kejadian ini untuk menjaga nilai budaya Bali tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
