Wraspati Gumbreg 14 Mei 2026: Hari Baik untuk Bendungan
Gambar atau konten salah?
Wraspati Umanis Gumbreg pada 14 Mei 2026 dipastikan sebagai ala ayuning dewasa, hari yang dianggap baik untuk beberapa kegiatan tertentu menurut kalender Bali.
Kalender Bali menandai hari-hari ala ayuning dewasa berdasarkan perhitungan khusus. Hari ini sering dipakai oleh masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan kapan boleh atau tidak boleh melakukan aktivitas adat dan ritual.
Informasi ini diambil dari situs kalenderbali.org, yang menyajikan daftar hari baik dan buruk beserta penjelasan singkatnya.
Banyu Urug – Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur. (Alahing dewasa 3).
Carik Walangati – Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3).
Geni Rawana – Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
Kala Pati – Baik untuk membuat jerat dan memasangnya, pembuat pengrusak. Tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya. (Alahing dewasa 3).
Kala Tampak – Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). (Alahing dewasa 3).
Kala Upa – Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan). (Alahing dewasa 4).
Salah Wadi – Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3).
Titibuwuk – Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. (Alahing dewasa 3).
Beberapa nama hari lain seperti Pararasan, Laku Bintang, Pancasuda, Ekajalaresi, dan Pratiti juga tercantum dalam daftar, namun tidak disertai penjelasan detail.
Kesimpulannya, hari Wraspati Umanis Gumbreg dianggap cocok untuk membangun bendungan, sementara kegiatan lain seperti pernikahan atau pembangunan rumah tidak disarankan pada hari ini menurut panduan kalender Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
