Xi dan Trump Bertemu di Beijing: Taiwan Jadi Fokus Utama

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Xi dan Trump Bertemu di Beijing: Taiwan Jadi Fokus Utama

Gambar atau konten salah?

Denpasar, 14 Mei 2026, dua pemimpin dunia bersiap untuk pertemuan penting di Beijing. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu dalam sesi yang diharapkan dapat memperjelas arah hubungan kedua negara.

Selama pertemuan singkat, Xi menegaskan bahwa isu Taiwan tetap menjadi titik krusial. Ia mengutip: "Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan Tiongkok-AS," menegaskan bahwa setiap langkah di wilayah tersebut harus dipertimbangkan dengan hati‑hati.

Trump tiba di Tiongkok dengan sikap penuh pujian. Ia menyebut Xi sebagai “sahabat sekaligus pemimpin hebat” dan mengundang beliau untuk mengunjungi Gedung Putih pada bulan September. Kunjungan ini menjadi sorotan utama, mengingat Trump berusaha memperkuat hubungan ekonomi di tengah ketegangan regional.

Xi, meski tampak kurang antusias, menekankan pentingnya kerjasama. Ia menyatakan bahwa kedua negara harus menjadi mitra, bukan saingan. Dalam konteks ini, Xi langsung menyoroti Taiwan, menegaskan bahwa wilayah tersebut diklaim oleh Beijing.

Ia kemudian memperingatkan: "Jika salah penanganan, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik, mendorong seluruh hubungan Tiongkok-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya," menambahkan bahwa situasi ini menimbulkan risiko besar bagi stabilitas regional.

Di sisi lain, Trump menghadapi kritik karena perang di Iran yang belum menunjukkan tanda‑tanda mereda. Kunjungan pertama Presiden AS ke Tiongkok dalam hampir 1 dekade ini menambah tekanan, karena ia ingin menonjolkan kemenangan ekonomi.

Setelah upacara, Trump menyatakan: "Ada yang mengatakan ini mungkin pertemuan puncak terbesar yang pernah ada," sambil menampilkan barisan kehormatan dan kerumunan anak‑anak yang melambaikan bunga dan bendera di Balai Besar Rakyat Beijing.

Perhatian Xi terhadap Taiwan menegaskan bahwa hubungan Tiongkok-AS tetap rawan, sementara Trump berusaha memperkuat hubungan ekonomi. Keduanya menunjukkan bahwa diplomasi masih dipengaruhi oleh isu wilayah dan kepentingan strategis.

Xi JinpingDonald TrumpTaiwanhubungan Tiongkok-ASBeijingekonomistabilitas regional

Komentar

Memuat komentar...