Xpeng G6 Uji Fitur Otonom di Jalanan Menerobos Indonesia

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Xpeng G6 Uji Fitur Otonom di Jalanan Menerobos Indonesia

Gambar atau konten salah?

Berbeda dengan Jepang dan Eropa, brand mobil China lebih berani membawa fitur otonom ke Indonesia. Jalanan di sini masih tak merata. Ada yang rapi, namun tak sedikit yang berantakan, penuh lubang dan lapak‑lapak liar di area bahu. Motor-motor yang hobi melawan arah dan menerobos lampu merah menambah tantangan bagi sistem otonom kendaraan yang harus ‘kerja keras’ membaca kondisi jalan.

Baru-baru ini, kami menjajal mobil China yang masih tergolong muda di Indonesia, yakni Xpeng G6. Kendaraan tersebut belum ada setahun dipasarkan di Tanah Air. Meski harganya Rp 600 jutaan, fitur otonomnya sudah level lanjutan.

Mobil ini dilengkapi dengan Xpilot 4.0, sistem mengemudi otomatis yang memadukan sensor, LiDAR, dan chip AI. Saat diuji di jalan tol dan kawasan Jakarta Pusat, Xpeng G6 mampu berjalan otomatis tanpa hambatan. Bahkan, dengan bantuan fitur otonom tersebut, G6 bisa menyalip kendaraan lain secara presisi tanpa harus memutar setir kemudi. Pengujian dilakukan di area yang terkenal lengang dan jauh dari kehuru‑haraan.

Chief Executive Officer (CEO) Xpeng Indonesia, Iki Wibowo, menjelaskan bahwa sebelum menjual kendaraan di suatu negara, prinsipal biasanya mempelajari situasi atau kondisi jalan raya. “Ada sih (studinya), kita ada kirim data (ke prinsipal). Kemudian dari mobil juga menganalisa, pasti ada penyesuaian yang bukan dari setting‑an, tapi big data‑nya. Jadi tersimpan di server untuk beradaptasi lebih baik lagi, lebih safety lagi,” ujar Iki Wibowo di Bogor, Jawa Barat.

Selain Xpilot 4.0, G6 juga memiliki fitur intelligent parking assistance yang memungkinkan mobil mencari parkiran secara mandiri. Kendaraan dapat bergerak dan menganalisa tanpa harus dipantau dari ruang kemudi, beroperasi secara otonom dengan bantuan sistem. Fitur ini tampaknya dapat bekerja baik di hampir seluruh wilayah di Indonesia, sebab ruang parkir di sini umumnya sudah memiliki marka untuk memudahkan sistem saat membaca situasi.

“Sebelum dirilis, prinsipal pasti studi dulu (soal kondisi jalan raya dan budaya mengemudi di Indonesia). Kita juga ada tes jalan 18‑20 ribu km, data itu yang kita pelajari,” tambah Wibowo. Data tersebut menjadi dasar bagi Xpeng untuk menyesuaikan algoritma agar lebih sesuai dengan perilaku pengemudi di tanah air.

Pengujian Xpeng G6 menunjukkan bahwa meski jalanan Indonesia masih penuh tantangan, teknologi otonom yang dikembangkan oleh produsen asal China sudah mampu menyesuaikan diri. Dengan data yang terus terkumpul, sistem akan semakin aman dan responsif, menandai langkah awal menuju mobilitas yang lebih cerdas di Indonesia.

Xpeng G6Xpilot 4.0Mobil OtonomLiDARChip AIMobil ChinaBig Data

Komentar

Memuat komentar...